Marhaban Ya Ramadhan, Mari Isi Ramadhan dengan Amal

 

July 20, 2012 · by · in Tarbiyah

 Marhaban Ya Ramadhan….

Sahabat…, tak terasa kita sudah memasuki 1 Ramadhan 1433H. Merupakan nikmat dan hidayah yang luar biasa karena kita telah dipertemukan oleh-Nya dengan bulan yang mulia ini. Banyak dari orang-orang disekitar kita, orang-orang yang kita cintai, orang-orang yang kita sayangi, orang-orang yang kita kenal telah berpulang kehadirat-Nya tanpa sempat untuk bertemu dengan Ramadhan di tahun ini.

Sahabat…, Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan di mana Allah SWT memanja-kan orang-orang mukmin dengan curahan pahala dan rakmatnya. Bagaimana tidak, hanya di bulan Ramadhan, ibadah wajib kita bernilai 70 kali lipat dari ibadah di bulan lain dan ibadah sunnah di ganjar dengan pahala wajib. Subhanallah !!! Ini bagaikan kita diajak oleh seorang hartawan untuk masuk ke gudang hartanya, dan kita diperkenankan untuk mengambil harta sebanyak-banyaknya tanpa takut kekurangan.

Oleh karena itu sahabat, alahkah ruginya apabila Ramadhan kita hanyalah berkutat dengan ritual apa makan sahur, nanti buka dengan apa, baju baru sudah ada atau belum, THR, pulang kampung, dsb. Bukannya hal itu tidak penting, tapi yang lebih penting lagi, Allah SWT telah menjadikan bulan Ramadhan untuk orang-orang beriman agar kita semua dapat mendapatkan pengampunan dan pahala yang berlimpah ruah.

Sahabat, mari kita sama-sama mereview amal-amal utama, amal-amal yang harus kita perbanyak di bukan Ramadhan ini :

  1. Menyegerakan berbuka puasa : Apabila magrib telah datang, maka berbuka puasa haruslah menjadi prioritas kita, dalam keadaan apapun. Diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad bahwa Rasulullah SAW bersabda, “seseorang akan tetap berada dalam kebaikan apabila menyegerakan berbuka puasa”.
  2. Berdoa ketika berbuka puasa dan selama berpuasa : Dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda “Bagi orang yang berpuasa maka apabila berdoa ketika berbuka maka doanya tidak ditolak”. Dalam hadist yang lain dikatan oleh Nabi SAW, “Ada 3 golongan yang doa mereka tidak akan ditolak, orang yang berpuasa sehingga berbuka, seorang pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizhalimi.” Oleh karena itu, menjelang berbuka puasa, marilah kita jauhi tontonan-tontonan di telivisi dan kita luangkan waktu untuk bermunajat kepada Allah SWT.
  3. Makan sahur dan mengakhirkan : Makan sahur bisa dilakukan dari pertengahan malam sehingga sebelum waktu subuh datang. Adapun waktu yang terbaik untuk sahur adalah mengakhirkan waktunya sehingga sampai menjelang subuh. Sabda Nabi SAW, “mintalah tolong (kekuatan) dari makan sahur untuk berpuasa di siang hari dan dengan Qoilullah (tidur sebentar di siang hari) untuk melaksanakan Qiyamul Lail di malam hari.”
  4. Meninggalkan perkataan kotor : Ibadah puasa sejatinya adalah bentuk tarbiyah atau pelatihan seorang hamba untuk mengatur dorongan nafsu yang selalu mengajak kita kepada hal-hal yang tidak baik. Dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW bersabda,”berpuasa bukan hanya (menahan) diri dari makan dan minum. Sesungguhnya berpuasa dari lagwun (perbuatan sia-sia) dan rofats (perkataan yang kotor)… Apabila seorang hamba yang sedang berpuasa tidak dapat menjaga lisannya, maka hilanglah pahala puasanya, Nauuzubillahi min zalik.
  5. Mandi Junub sebelum Waktu Sholat Subuh : Apabila seseorang telah junub, maka lebih baik baginya untuk mandi sebelum datangnya waktu subuh. Walaupun junub itu sendiri tidak membatalkan puasa, tapi sebaiknya bersegara untuk bersuci.
  6. Memberi Makan kepada Orang yang Berpuasa : Ibadah puasa adalah merupakan sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah diantara kaum muslimin. Hikmah dari memberi makan kepada orang yang berpuasa maka akan mengajarkan kepada kita untuk selalu berempati kepada umat Islam, terutama saudara-saudara kita dari golongan yang kurang mampu. Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang memberikan ifthar kepada orang yang berpuasa maka pahalanya seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang.”
  7. Tidak melaksanakan Al-Hijamah (bekam) : Ulama mahzab Syafii berpendapat bekah dapat menyebahkan lemahnya kondisi tubuh saat berpuasa, sehingga lebih baik tidak dilakukan selama puasa.
  8. Memperluas hubungan silahturahmi, berbuat ihsan kepada sanak saudara, dan memperbanyak sedekah kepada fakir miskin.
  9. Menyibukkan Diri dalam Tholabul Ilmi, Tilawah Al-Quran, dan Dzikir
  10. Itikaf : Terutama dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadhan. Aisyah r.a menceritakan dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah SAW apabila telah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan ahli keluarganya, serta mengetatkan kainnya (tidak melakukan jima).
  11. Bersiwak atau Menggosok Gigi : Amir bin Rabi’ah berkata, “Saya melihat Nabi SAW bersiwak dan beliau pada saat itu sedang berpuasa. Karena seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya.”

Sahabatku… Ramadhan tidak akan sempurna dan bermakna tanpa diisi dengan amalan. Ia laksana sayur tanpa garam, tidak berasa dan tidak berbekas dalam diri kita. Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan Ramadhan sebagai sarana tarbiyah kita untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik.

Sahabat…, marilah kita berlomba-lomba dalam beramal dan mereguk kenikmatan Ramadhan. Alangkah ruginya kita kalau membiarkannya lewat begitu saja. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amiin…!!!

Lobam, 1 Ramadhan 1433H

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.